Minggu, 19 September 2010
oxigen bisa memperlambat keriput
detikcom - Jakarta,
Keriput biasanya akan
terjadi seiring dengan
usia. Tapi dengan
terjadinya penipisan ozon,
keriput bisa terjadi di usia
muda. Sebuah studi
menemukan bahwa
dengan banyaknya
oksigen bisa membantu
mengurangi pembentukan
kerutan.
Sebuah penelitian di
Jepang menemukan
bahwa overdosis oksigen
bisa membantu
mengurangi pembentukan
kerutan, yaitu dengan
mengurangi kerusakan
jaringan karena sinar
UVB.
Tanda-tanda kerusakan
kulit seperti keriput dan
penebalan kulit biasanya
akan mudah terlihat pada
lapisan kulit terluar, yang
disebut epidermis.
Dalam penelitian
tersebut, seperti dilansir
dari Medindia, Sabtu
(18/9/2010), peneliti
menemukan bahwa kulit
yang terpapar banyak
oksigen setelah terkena
radiasi UVB, akan
mengembangkan kerutan
dan kerusakan jaringan
lebih sedikit.
Ketika kulit berulang kali
terpapar radiasi UVB,
akan terbentuk pembuluh
darah baru yang berasal
dari pembuluh darah di
kulit, yang disebut
dengan kulit
angiogenesis.
Beberapa faktor
transkripsi protein yang
mengikat urutan DNA
tertentu, memainkan
peran dalam
angiogenesis, termasuk
faktor hipoksia diinduksi
(HIF-1) dan subunit HIF-1
dan faktor pertumbuhan
endotel vaskular (VEGF).
Dan hasil penelitian
menunjukkan bahwa
oksigen dan jumlah
oksigen yang berlebih di
dalam jaringan tubuh
(hyperoxia) dapat
mengurangi kerusakan
kulit dan keriput yang
disebabkan oleh radiasi
UVB.
Penelitian ini juga
memiliki satu hasil yang
mengejutkan, yaitu
melibatkan molekul yang
disebut matriks
metalloproteinases
(MMP). Dua MMP
khususnya, MMP-2 dan
MMP-9, diperkirakan
dapat mempercepat
kerutan dengan
menurunkan komponen
luar sel kulit.
Namun dalam studi ini,
tingkat MMP-2 cenderung
menurun dan tingkat
MMP-9 tetap sama,
bahkan pada kulit yang
tidak menerima oksigen.
Menurut peneliti, ini
berarti bahwa MMP-2 dan
MMP-9 bukan merupakan
faktor utama dalam
pembentukan kerutan
dan angiogenesis,
setidaknya pada tahap
awal kerusakan kulit yang
disebabkan oleh radiasi
UVB.
Hasil studi ini telah
dipublikasikan dalam
American Journal of
Physiology-Regulatory,
Integrative and
Comparative Physiology.
Sumber
detik.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mohon maaf, ada saran dan kritik dari saya, sebaiknya blog anda tidak diisi dengan tulisan org lain dg copy-paste. sebaiknya di rewrite dengan topik yg sama. semoga kedepannya anda lebih maju lagi
BalasHapusthx atas saran dan kritiknya.
BalasHapusmampir kang.. ane follow .. fllow back ea kang he e
BalasHapus